PENGUMUMAN

  • Workshop Kurikulum Merdeka  - Sebuah Upaya Membangun SMAGA Menjadi Lebih Baik

    Workshop Kurikulum Merdeka - Sebuah Upaya Membangun SMAGA Menjadi Lebih Baik

     

    Seperti pepatah mengatakan tidak ada yang abadi di dunia selain perubahan. Begitu juga dengan dunia pendidikan di Indonesia. Dinamika perubahan kurikulum di Indonesia nyatanya sudah mengalami pergantian setidaknya sepuluh kali sejak merdeka hingga saat ini. Bahkan, kabar terbaru saat ini pemerintah sudah mendesain kurikulum baru yang digadang-gadang menjadi kurikulum yang memerdekakan siswanya. Sesuai dengan namanya, Kurikulum Merdeka esensinya adalah menyajikan pembelajaran yang dapat mengakomodir semua modalitas belajar siswa (visual, audiotori dan kinestetik). Untuk merespon adanya perubahan kurikulum tersebut, maka SMA Negeri 3 Surabaya mengadakan Workhop dengan materi “Sosialisasi Kurikulum Merdeka”. Workshop tersebut disampaikan oleh pemateri jebolan program pemerintah Guru Penggerak yaitu: Bapak Theo Gunawan Wahana, S.S., M.Pd dan Bapak Aries Afandri, S.Pd.

                    Kegiatan workhop Kurikulum Merdeka ini dilaksanakan selama dua hari yaitu 4-5 April 2022 yang bertepatan dengan awal ramadan. Berdasarkan pemaparan dari pemateri, perubahan kurikulum tersebut mengikuti alur substansi kurikulum yang berubah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Kurikulum merdeka juga tidak lepas dari filosofi Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yaitu: ‘Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani’. Semboyan tersebut pada akhirnya bertujuan untuk mencetak manusia yang beriman dan berkualitas dengan pendidikan yang menghamba ke anak atau sesuai dengan kebutuhan anak.

                    Ada perbedaan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelumnya. Pada kurikulum sebelumnya terdapat jenjang SD, SMP, SMA dari Kelas 1 sampai Kelas 12, maka dalam Kurikulum Merdeka tingkatan tersebut dikelompokkan menjadi Fase A-F. Fase A untuk Kelas 1-2 SD, Fase B untuk Kelas 3-4 SD, Fase C untuk Kelas 5-6 SD, Fase D untuk Kelas 7-9 SMP, Fase E untuk Kelas 10 SMA, dan Fase F untuk Kelas 11-12 SMA. Setiap Fase memiliki Capaian Pembelajaran (CP) sesuai dengan kompetensi dan ruang lingkup masing-masing. Capaian Pembelajaran ini dalam kurikulum 2013 hampir mirip dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI/KD). Tidak lupa dalam menghasilkan generasi yang beriman dan berkualitas maka dalam Kurikulum Merdeka ini wajib menyisipkan ‘Profil Pelajar Pancasila’ yaitu: beriman dan berakhlak mulia, berkhebinnekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

                    Kurikulum Merdeka ini memberikan paradigma baru yaitu sekolah bukan pabrik yang dapat mencetak siswa sesuai dengan keinginan guru atas nama kurikulum. Setiap siswa memiliki keunikan masing-masing. Setiap siswa bisa mengeksplor bakat dan minat mereka sesuai dengan modalitas belajar mereka (visual, auditori, dan kinestetik). Untuk itu setiap guru harus memahami dan memberikan pembelajaran yang terdiferensiasi yaitu pembelajaran yang mengakomodasi semua perbedaan siswa. Harapannya, siswa bisa lebih optimal dalam belajar karena disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

KOMENTAR

PENGUMUMAN LAINNYA

Indeks